Skip navigation

Setelah baca sebuah tabloid lokal edisi hari ini, ternyata 80% pendapatan GIGI dan beberapa band anak negeri lainnya cuma dari manggung dan acara live. Kemana pendapatan dari CD recording nya? Ya, semua kembali ke piracy. Udah ga perlu dibahas lagi kalo pembajakan udah ada di mana-mana, bahkan bajakan dari produk bajakan udah banyak (ga jelas yang produk awal yang mana haha).

No! Sayur ga akan ngebahas cara men-stop pembajakan (CD khususnya) secara luas, karena Sayur sendiri gak terlalu ngerti sama konsep secara luasnya, maaf ya haha. Cuma mau ngebahas ide yang tadi kepikiran buat ngejual recording product (kayak CD, DVD, bla…bla…bla) yang–mungkin–anti bajakan.

Alat yang dibutuhkan:

1. Soft-copy dari produk yang akan dijual (lagu, film/video, dokumentasi, dll)

2. Mesin CD-writer

3. License dari alat no 1.

4. Toko ber-lisensi (mungkin Disctarra, A’ksara, dan teman-temannya)

Cara memasang dan menggunakan:

1. Sebarkan soft-copy berlisensi kepada toko-toko yang membeli lisensi tersebut (ingat bukan dalam bentuk CD, tapi soft-copy terbatas berlisensi dari Artis/Band nya sendiri).

2. Buatlah sebuah booth di toko-toko tersebut untuk mengunduh (download) file-file tadi.

3. Siapkan CD-writer nya.

4. Burn file-file yang sudah diunduh ke dalam CD yang sudah disiapkan (ingat! dalam format dimana file tersebut hanya bisa di lihat, bukan di pindahkan. Kemungkinan terburuk, CD ini cuma bisa digunakan di CD player haha).

5. Berikan cover dan content menarik untuk menemani CD tersebut.

Bingung? Sama! haha. Ya setidaknya itu satu konsep, daripada hanya ngedumel tentang harga CD yang makin naik. Kekurangan konsep yang kepikiran waktu ngetik: apakah mungkin file format yang ada di dalam CD bisa tersimpan tetap di CD? Karena bila bisa di pindahkan, sama saja dengan menjual CD biasa (ke pembajak) dan berakhir tragis seperti biasa dengan efek lisensi hilang tanpa jejak haha.

Kenapa tidak menjual langsung soft-copy file nya? Kebanyakan pencinta musik (di Indonesia khususnya) lebih menikmati menyimpan CD/DVD dari artis favoritnya. Lagipula kalau langsung menjual soft-copy nya, Sayur harus ganti judul blog nya haha (baca: malas).

Ada konsep yang lebih menarik? Atau masukan untuk konsep ini? Comment?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: