Skip navigation

Diawali dengan “oh”, kemudian berlanjut dengan “wow!”, dan diakhiri dengan “hmm…?”

“Coba perhatiin! Korea menginvasi kita!” Itu candaan yang diutarakan seorang teman dari Daegu, Korea Selatan saat si Sayur bertanya-tanya mengenai hidup di sana. 2002 adalah awal mula seorang Sayur menyaksikan sepak terjang negara yang menjadi salah satu dari 4 Macan Asia itu. Diawali dari seorang Park Ji Sung, World Cup Korea Selatan-Jepang, dan beasiswa S-1. Beberapa tahun kemudian, drama dan perfilman Korea mulai berdatangan mencoba bersaing dengan time slot sinetron lokal. Ada yang udah nonton Sex is Zero (dan sekuelnya), A Tale of Two Sisters, Taegukgi, The Red Shoes? Itu film-film yg menarik. Tapi, mungkin semua tahu Full House ya? Ya, itu adalah satu dari beberapa awal Korean Wave di Indonesia.

Ya, di tahun 2007 lah booming budaya Korea dimulai di Indonesia. Bisa dibilang Full House yang menjadi pemicu nya, kenapa? Sayur tidak tahu, kenapa harus tahu? haha. Setelah mendrag sebuah link; klik kanan pada mouse; dan memilih “search google for Full House…” maka Sayur punya satu kesimpulan (pribadi): Song Hye Kyo cantik juga…eh bukan! err..maksudnya, entertainment Korea go international!

2008 – sekarang, di mulai lah rentetan ledakan (agak lebay, maaf) “fan-base” dari produk-produk kebudayaan Korea yang mulai menjamur (yang di dominasi dunia entertainment), khususnya di kalangan remaja. Di mulai dari para fans aktor/aktris Korea, pelawak (gag-man),  hingga yang sekarang menjamur idol group.

Kuis Trivia!

1. Girls-group dari Korea Selatan mana yang beranggotakan 9 perempuan?

2. Ada berapakah anggota Super Junior?

3. Kalo grup yang baru manggung di acaranya Ericsson di Jakarta?

Mungkin 4 dari 10 remaja Indonesia tahu jawabannya…apa? 5 dari 10? Mungkin 6 dari 10? Lebih? Sayangnya belum ada yang menghitung ini (setahu si Sayur). Walaupun begitu, entah kenapa terdapat perbedaan antara kelompok penikmat kultur Jepang/China dengan mereka penikmat kultur Korea Selatan dari segi popculture. Contoh: Sayur menemukan sebuah kelompok fans salah satu grup idol dari Korea Selatan sering bersitegang dengan kelompok fans idol lainnya. Apapun alasannya, biasanya Sayur tidak pernah melihat ini pada pencinta kultur Jepang/Cina di Indonesia ;D

Korean Wave tidak berlangsung sampai sini saja. Beberapa EO besar dunia permusikan Indonesia mulai berencana mendatangkan band/idol group dari negeri ginseng itu. Bahkan jumlah pertukaran pelajar dan tenaga kerja antara Indonesia dan Korea Selatan meningkat secara besar-besaran, apa ini efek tidak langsung? Bahkan terdengar isu bahwa beberapa musisi lokal sudah mulai “membajak” dan membajak trend ini, mulai dari artwork hingga konsep. Apa? Oh, kalo barang-barang Korea di ITC/glodok sih udah lama masuk sini haha.

Jadi akan sampai dimana “invasi” ini berlangsung? Comment?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: